EN / ID

GCL (Geosynthetic Clay Liner)

Geosynthetic Clay Liner (GCL) merupakan material penghalang hidrolik berkemampuan kedap tinggi yang terdiri dari lapisan inti lempung Sodium Bentonite alami dengan daya muai tinggi (high-swelling sodium bentonite), diapit dan dikunci secara mekanis melalui proses jahit tembus jarum (needle-punched) di antara dua lapisan geotekstil yang kuat.

Dengan sifat unik bentonit yang mampu memuai dan merekatkan diri secara mandiri (self-healing) saat bersentuhan dengan air, Geosynthetic Clay Liner (GCL) menjadi solusi perlindungan lingkungan modern pengganti lapisan tanah liat padat konvensional yang tebal untuk berbagai aplikasi seperti lapisan dasar dan penutup Tempat Pemrosesan Akhir sampah (Landfill TPA), kolam penampungan air limbah industri, pelapis kolam penampungan tailing tambang, danau buatan, hingga struktur pencegah rembesan bawah tanah.

Koefisien permeabilitas hidrolik yang sangat rendah serta kuat geser antar lapisan yang tinggi menentukan keandalan struktur penahan rembesan. Kami siap menyediakan material Geosynthetic Clay Liner (GCL) berkualitas tinggi dengan mengutamakan keseragaman daya muai bentonit, daya tahan terhadap deformasi tanah, dan kemudahan pemasangan di lapangan.

Geosynthetic Clay Liner (GCL) untuk Kebutuhan Proyek Anda

Kami memahami bahwa keberhasilan konstruksi kolam penampungan limbah, proteksi air tanah dari lindi (leachate), maupun pelapisan danau tidak hanya ditentukan oleh kualitas pabrikasi liner, tetapi juga oleh ketepatan uji permeabilitas hidrolik, kekuatan geser antarmuka (internal shear strength), kemudahan instalasi di lereng, dan kontinuitas pasokan material. Karena itu, kami hadir sebagai partner penyedia Geosynthetic Clay Liner (GCL) yang siap mendukung kebutuhan kontraktor lingkungan hidup, pengelola TPA / sanitasi kawasan, perusahaan pertambangan & energi, kontraktor sipil umum, hingga konsultan perencana AMDAL dengan material berstandar internasional dan suplai yang terencana.

Mulai dari proyek konstruksi sanitary landfill baru, penutupan capping TPA lama, hingga pembuatan kolam retensi air kawasan industri, kami siap memberikan solusi teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan Anda. Tim kami dapat membantu mulai dari pemilihan gramasi inti bentonit, perhitungan kebutuhan luas roll dan overlapping, rekomendasi bentonite powder untuk sambungan antar roll, hingga panduan persiapan tanah dasar (subgrade preparation)—sehingga lapisan kedap air dapat terpasang secara tepat, aman, efisien, dan berkesinambungan.

Butuh Geosynthetic Clay Liner (GCL) untuk proyek Anda? Hubungi kami untuk mendapatkan data teknis spesifikasi, hasil uji laboratorium swelling index, penawaran harga terbaik, dan konsultasi metode pemasangan.

Mari bermitra untuk mewujudkan sistem penahan rembesan dan perlindungan lingkungan yang kedap, mandiri, dan tahan lama.

Aplikasi Penggunaan GCL (Geosynthetic Clay Liner)

  • Lapisan dasar kedap air Tempat Pemrosesan Akhir sampah (Sanitary Landfill Liner)

  • Lapisan penutup akhir timbunan sampah untuk mencegah air hujan masuk (Landfill Final Capping)

  • Pelapis dasar kolam penampungan air limbah industri, kimia, dan petrokimia (WWTP Pond)

  • Lapisan penahan rembesan kolam penampungan tailing dan heap leach tambang (Mining Pond)

  • Lapisan kedap air pembuatan danau buatan, kolam retensi, embung, dan lanskap lapangan golf

  • Lapisan proteksi rembesan air tanah di bawah basement gedung, terowongan, dan dinding penahan

Keunggulan Geosynthetic Clay Liner (GCL) Kami

  • Kemampuan menyumbat kebocoran secara mandiri (Self-Healing Properties) bila tertusuk partikel tajam

  • Koefisien permeabilitas hidrolik sangat rendah (Hydraulic Conductivity k ≤ 5 x 10⁻¹¹ m/s)

  • Struktur Needle-Punched memberikan kuat geser internal tinggi sehingga stabil di lereng curam

  • Pemasangan jauh lebih cepat, hemat ruang, dan efisien dibandingkan lapisan lempung padat (Compacted Clay)

  • Ketahanan prima terhadap siklus beku-cair (freeze-thaw) dan basah-kering (wet-dry)

  • Pengemasan dalam bentuk roll memudahkan mobilisasi serta proses penghamparan di lapangan

Spesifikasi Dimensi & Struktur Geosynthetic Clay Liner

Tipe Struktur GCL Komponen Lapisan Pembungkus Dimensi Roll Standar (L x P) Aplikasi Utama di Lapangan
GCL Tipe Nonwoven / Woven Cover: Nonwoven Geotextile
Carrier: Woven Geotextile
± 4.5 – 5.8 m x 30 – 40 m Dasar landfill TPA, kolam limbah, danau buatan, dan embung
GCL Tipe Nonwoven / Nonwoven Cover: Nonwoven Geotextile
Carrier: Nonwoven Geotextile
± 4.5 – 5.8 m x 30 – 40 m Penutup akhir TPA (Final Capping) dan perkuatan lereng curam
GCL Laminated Membrane Geotextile + Bentonite + Lapisan Film HDPE/LDPE ± 4.5 – 5.0 m x 30 – 40 m Kolam limbah B3, rembesan gas metana, dan proyek transmisi pipa

Karakteristik Teknis Geosynthetic Clay Liner (GCL)

Parameter Teknis Standar Pengujian Satuan Nilai Standar Tipikal (GRI-GCL3)
Massa Inti Bentonit per Satuan Luas ASTM D5993 g/m² Min. 4.000 – 4.500 g/m²
Daya Muai Bentonit (Swell Index) ASTM D5890 ml/2g Min. 24 ml/2g
Kehilangan Cairan (Fluid Loss) ASTM D5891 ml Maks. 18 ml
Koefisien Permeabilitas Hidrolik (Hydraulic Conductivity) ASTM D5084 m/s Maks. 5 x 10⁻¹¹ m/s
Kekuatan Tarik Sambungan Jahit (Peel Strength) ASTM D6496 N/m Min. 360 N/m
Kekuatan Tarik Material Keseluruhan (Tensile Strength) ASTM D6768 kN/m Min. 8 – 10 kN/m

Back

Related Products

Nonwoven Geotextile

Lembaran geotekstil non woven (PP/PET) untuk fungsi filtrasi air, separasi tanah, drainase bawah tanah, dan pelindung geomembrane.

PVD (Prefabricated Vertical Drainage)

Pita drainase vertikal (PVD) untuk percepatan konsolidasi tanah lempung lunak, penurunan air pori, dan stabilisasi lahan basah/reklamasi.

Sand-Filled Mattress

Matras geotekstil kompartemen isi pasir (Sand-Filled Mattress) fleksibel untuk proteksi abrasi pantai, tanggul sungai, dan pelindung gerusan dasar laut.

Silt Curtain

Tirai pembatas sedimen perairan (Silt Curtain) terapung untuk mengontrol kekeruhan dan mencegah penyebaran lumpur proyek reklamasi serta dredging.

Geobag

Karung geotekstil berkekuatan tinggi (Geobag) berbahan PP/PET tahan abrasi untuk tanggul darurat, proteksi tebing sungai, dan pemecah ombak pantai.